Senin, 11 Mei 2015

Pelatihan Siswa Tanggap Bencana (bagian II)

Paradigma Penanggulangan Bencana
Þ     bantuan darurat
Þ     mitigasi
Þ     pembangunan
Þ     pengurangan resiko
Paradigma Bantuan Darurat
Difokuskan pada saat kejadian bencana melalui pemberian bantuan darurat (relief) berupa: pangan, penampungan, kesehatan.
Tujuan utama penanganan adalah untuk meringankan penderitaan korban, kerusakan ketika terjadi bencana dan segera mempercepat pemulihan (recovery).

Paradigma Mitigasi
Difokuskan pada pengenalan daerah rawan ancaman bencana dan pola perilaku individu / masyarakat yang rentan terhadap bencana.
Tujuan utama memitigasi terhadap ancaman bencana dilakukan secara pembuatan struktur bangunan, sedangkan mitigasi terhadap pola perilaku yang rentan melalui relokasi pemukiman, peraturan-peraturan bangunan dan penataan ruang.

Paradigma Pembangunan
Difokuskan pada faktor-faktor penyebab dan proses terjadinya kerentaan masyarakat terhadap bencana.
Tujuan utama untuk peningkatan kemampuan masyarakat di berbagai aspek non struktural (misalnya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup, pemilikan lahan, akses terhadap modal, inovasi teknologi).

Paradigma Pengurangan Resiko
Difokuskan pada analisis resiko bencana, ancaman, kerentaan dan kemampuan masyarakat.
Tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan kemampuan untuk mengelola dan mengurangi resiko dan juga mengurangi terjadinya bencana, dilakukan bersama oleh semua pihak (stakeholder) dengan pemberdayaan masyarakat.

Perubahan paradigma Penanggulangan Bencana
1. bukan terhadap tanggap darurat tetapi juga keseluruhan manajemen resiko dan pembangunan
2.     perlindungan sebagai bagian hak asasi dan bukan semata kewajiban pemerintah
3. dengan demokratisasi dan otonomi daerah penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab Pemda dan masyarakat
4.  penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga urusan bersama masyarakat.
(Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah, "Materi Pelatihan Siswa Tanggap Bencana")