Selasa, 26 Mei 2015

Ramuan Alami Untuk Pengobatan Impotensi

Menyembuhkan Impotensi

Impoten artinya alat kelamin laki-laki tidak dapat bekerja sebagaimana layaknya jika seseorang melakukan hubungan sesual. Berikut adalah resep tradisional penyembuhan impotensi :
Ramuan Pertama
- 5 siung bawang putih
- 5 siung bawabg merah
- 3 butir telur ayam kampung

Cara Membuat:
bawang merah dan bawang putih ditumbuk halus. Telur diambil kuningnya saja lalu dicampur dan diaduk dengan bawang merah dan bawang putih di dalam mangkok. Selanjutnya ditim atau dikukus setengah matang, ingat hanya setengah matang.
Cara Memakai:
Dimakan setiap pagi, lakukan hingga sebulan supaya mendapat hasil yang memuaskan.

Ramuan Kedua
- 10 butir merica
- 1 buah jeruk purut

Cara Membuat:
Merica ditumbuk halus, jeruk purut diambil sarinya, tambahkan air panas secukupnya. Diminum sekaligus, sehari dibuat tiga kali, lakukan secara rutin selama sebulan untuk hasil yang memuaskan.

Minggu, 24 Mei 2015

Ramuan Alami Penyakit Bronkitis

BRONKITIS

Penyakit ini timbul karena radang cabang batang tenggorokan (bronchi). Bronkitis disebabkan oleh baksil yang berterbangan di sekita kita. Penyakit ini dibedakan menjadi 2 macam : bronkitis biasa dan brinkitis menahun. Kedua jenis penyakit ini mudah menular dan dapat juga beralih menjadi penyakit radang paru-paru (TBC).
 Tanda-tandanya :
- sering batuk pekat disertai lendir
- pada bagian dada atau kadang-kadang tulang dada terasa nyeri dan panas
- pernafasan agak terasa sukar dan terasa sesak
- kadang-kadang juga diikuti dengan kenaikan suhu badan




Pengobatan :
~ ambillah bunga kembang sepatu 2 kuntum, lalu cuci bersih dan ditumbuk halus.
~ beri air masak 1 gelas dan sedikit garam
~ lalu peras dan saringlah tumbukan tadi lantas diminum
~ lakukan dengan rutin sehari 2 kali 2 sendok makan


Senin, 11 Mei 2015

Pelatihan Siswa Tanggap Bencana (bagian II)

Paradigma Penanggulangan Bencana
Þ     bantuan darurat
Þ     mitigasi
Þ     pembangunan
Þ     pengurangan resiko
Paradigma Bantuan Darurat
Difokuskan pada saat kejadian bencana melalui pemberian bantuan darurat (relief) berupa: pangan, penampungan, kesehatan.
Tujuan utama penanganan adalah untuk meringankan penderitaan korban, kerusakan ketika terjadi bencana dan segera mempercepat pemulihan (recovery).

Paradigma Mitigasi
Difokuskan pada pengenalan daerah rawan ancaman bencana dan pola perilaku individu / masyarakat yang rentan terhadap bencana.
Tujuan utama memitigasi terhadap ancaman bencana dilakukan secara pembuatan struktur bangunan, sedangkan mitigasi terhadap pola perilaku yang rentan melalui relokasi pemukiman, peraturan-peraturan bangunan dan penataan ruang.

Paradigma Pembangunan
Difokuskan pada faktor-faktor penyebab dan proses terjadinya kerentaan masyarakat terhadap bencana.
Tujuan utama untuk peningkatan kemampuan masyarakat di berbagai aspek non struktural (misalnya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup, pemilikan lahan, akses terhadap modal, inovasi teknologi).

Paradigma Pengurangan Resiko
Difokuskan pada analisis resiko bencana, ancaman, kerentaan dan kemampuan masyarakat.
Tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan kemampuan untuk mengelola dan mengurangi resiko dan juga mengurangi terjadinya bencana, dilakukan bersama oleh semua pihak (stakeholder) dengan pemberdayaan masyarakat.

Perubahan paradigma Penanggulangan Bencana
1. bukan terhadap tanggap darurat tetapi juga keseluruhan manajemen resiko dan pembangunan
2.     perlindungan sebagai bagian hak asasi dan bukan semata kewajiban pemerintah
3. dengan demokratisasi dan otonomi daerah penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab Pemda dan masyarakat
4.  penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga urusan bersama masyarakat.
(Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah, "Materi Pelatihan Siswa Tanggap Bencana")


Minggu, 10 Mei 2015

PELATIHAN SITANA (Siswa Tanggap Bencana)

SITANA (SISWA TANGGAP BENCANA)


MANAJEMEN BENCANA
~ Definisi Manajemen Bencana
Segala upaya atau kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan pada sebelum, pada saat dan setelah bencana.
Kegiatan-kegiatan Manajemen Bencana
A.      Pencegahan (prevention)
B.      Mitigasi (mitigation)
C.      Kesiapsiagaan (preparedness)
D.      Peringatan dini (earliy warning)
E.       Tanggap darurat (response)
F.       Bantuan darurat (relief)
G.     Pemulihan (recovery)
H.      Rehabilitasi (rehabilitation)
I.        Rekonstruksi (reconstruction)
Pencegahan (prevention)
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan resiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana (UU no. 24/2007). Misalnya: melarang pembakaran hutan dalam perladangan, melarang penambangan batu di daerah yang curam.
Upaya Pencegahan antara lain:
1)      Membuat peta daerah bencana
2)      Mengadakan dan mengaktifkan isyarat-isyarat tanda bahaya
3)      Menyusun rencana umum tata ruang
4)      Menyusun Perda mengenai syarat keamanan, bangunan pengendalian limbah dsb
5)      Mengadakan peralatan/perlengkapan penanggulangan bencana
6)      Membuat prosedur tetap, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis Penanggulangan Bencana
7)      Perbaikan kerusakan lingkungan

Mitigasi (mitigation)
Serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana baik melalui pembangunan fisik maipun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (UU no.24/2007).
Ada 2 bentuk mitigasi :
- - Mitigasi struktural (membuat chekdam, bendungan, tanggul sungai, dll)
-  - Mitigasi nonstruktur (peraturan, tata ruang, pelatihan) termasuk spiritual
Upaya mitigasi antara lain:
1)      Menegakkan peraturan yang ditetapkan
2)      Memasang tanda-tanda bahaya/larangan
3)      Membangun pos-pos pengamanan, pengawasan/pengintaian
4)    Membangun sarana pengamanan bahaya dan memperbaiki sarana kritis (tanggul, dam, sudetan dll)
5)      Pelatihan kebencanaan




Kesiapsiagaan (preparedness)
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna (UU no. 24/2007). Misalnya: penyiaran sarana komunikasi, pos komando, penyiapan lokasi evakuasi, rencana kontinjensi dan sosialisasi peraturan / pedoman penanggulangan bencana.
Peringatan dini (response)
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang (UU no.24/2007).
Pemberian peringatan dini harus:
-          - Menjangkau masyarakat (accesible)
-          - Segera (immediate)
-          - Tegas tidak membingungkan (coherent)
-          - Bersifat resmi (official)
Tanggap darurat (response)
Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana (UU no.24/2007).
Bantuan darurat (relief)
Kebutuhan dasar berupa:
-          -  Pangan
-          - Sandang
-          - Tempat tinggal sementara
-         -  Kesehatan, sanitasi dan air bersih
Pemulihan (recovery)
Serangakaian kegiatan untuk mengembalian kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali kelembagaan, prasara dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi. (UU no.24/2007).
Pemulihan meliputi pemulihan fisik dan non fisik.
Rehabilitasi (rehabilitation)
Perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat (UU no. 24/2007).
Rekonstruksi (reconstruction)
Pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayah pasca bencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun msyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya, tegaknya hukum dan ketertiban dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat. (bersambung)
(Sumber: Materi Sosialisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah)


Rabu, 06 Mei 2015

Psikologi Remaja

KENAKALAN REMAJA
 
(sumber : belajarpsikologi.com › Psikologi Remaja) 
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transis. 
Definisi kenakalan remaja menurut para ahli 
- Kartono, ilmuwan sosiologi “Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”. 
Santrock Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”

Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?

Masalah kenakalan mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja
Penyebab terjadinya kenakalan remaja
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:
  1. Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  2. Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
Faktor eksternal:

  1. Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  2. Teman sebaya yang kurang baik
  3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja:

  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.  

Jumat, 01 Mei 2015

HARI PENDIDIKAN NASIONAL


Jakarta, Kemendikbud --- Selamat Hari Pendidikan Nasional! Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tahun pada tanggal 2 Mei. Pemerintah pertama kali menetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional pada 16 Desember 1959. Tanggal 2 Mei dipilih karena tanggal itu merupakan tanggal lahir Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, peringatan Hardiknas tak bisa lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara. Karena itu Mendikbud mengajak masyarakat untuk mengembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Ki Hadjar Dewantara menyebut sekolah dengan istilah “Taman”. Taman adalah tempat belajar yang menyenangkan.
Hardiknas memang tidak dijadikan sebagai hari libur nasional, namun peringatannya dirayakan secara luas di Indonesia. Peringatan Hardiknas biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, serta di kantor-kantor pemerintah, dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh Menteri Pendidikan.
Dalam naskah pidato Hari Pendidikan Nasional 2015, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengambil tema ‘Pendidikan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’. Kata kunci dari tema tersebut adalah “Gerakan”. Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena itu pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata. 
"Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa: masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli, dan ormas/LSM mengorganisasi," ujar Mendikbud seperti tertulis dalam naskah pidato Mendikbud pada Hardiknas 2015 yang bisa dilihat di http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/sites/default/files/Sambutan%20Mendikbud%20untuk%20Hardiknas%202015.pdf
Dalam pidato tersebut Mendikbud juga mengatakan, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Ikhtiar besar untuk pendidikan hanya akan bisa terwujud bila semua masyarakat terus bekerja keras dan makin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. (Desliana Maulipaksi)

Puisi Kata Hati

Puisi ini adalah karyaku sendiri waktu dulu masih sekolah. Walaupun sudah lama tapi masih tersimpan rapi di buku catataku, semoga puisi ini bisa memperkaya khasanah bahasa Indonesia.


"Lelaki Dalam Gelap Malam"

Kutatap rembulan 
dan perlahan ku alihkan pandangan 
Kini ku tatap bintang-bintang
sinarnya sampai merasuk tubuh 
dalam jiwa yang telah rapuh

Angin badai telah merubah
segala yang tadinya telah
telah semarak oleh sinar yang terpilah

Kini tiada sinar, semua gelap tak berbinar
Hati telah berpasrah diri 
dalam renungan hati suci
Kini ku telah bercermin diri
walau malam gelap sepi

Mataku tertutup
dalam malam yang terpaut
dalam hati yang salut

Pagi datang mentari bersinar
cerah sinarnya gemencar
mengibati hati yang gusar

Selamat tinggal malam
selamat jalan hidup yang kelam
Kini pagi telah datang, 
nanti pulalah malam datang....

(Dari kegelapan malam yang sunyi_Vino Ramadhani)