Senin, 22 Juni 2015

Cara Tradisional Memutihkan Kulit

Siapa yang tak ingin memiliki kulit tubuh yang putih, bersih dan mulus. Namun tak semua dapat memiliki kulit tubuh yang putih. Kulit tubuh yang putih, bersih dan mulus banyak didambakan oleh banyak orang yang memiliki kulit tubuh yang putih. Namun untuk memiliki kulit tubuh yang putih tidaklah mudah, diperlukan kesabaran dan ketekunan dalam melakukan perawatan tubuh terutam keinginan untuk memiliki kulit tubuh yang putih.

Tak sedikit produk kecantikan perawatan kulit tubuh yang dijual dipasaran bebas dengan berbagai merk produk. Warna kulit selain dipengaruhi oleh suatu ras bahkan faktor keturunan sekalipun. Banyak faktor yang mempengaruhi warna kulit tubuh seseorang ada yang berwarna hitam, putih dan cokelat. Seperti faktor karena adanya paparan sinar matahari secara langsung dapat membuat kulit menjadi lebih gelap.

Adanya anggapan bahwa seorang wanita yang memiliki kulit tubuh yang putih akan terlihat semakin cantik dan percaya diri sehingga banyak wanita yang berusah sedemikian rupa untuk mendapatkan warna kulit yang putih dengan menghalalkan berbagai cara.
Banyak cara terbaik yang dapat ditempuh untuk memutihkan kulit tubuh, seperti :
1. Cara memutihkan kulit tubuh dengan jeruk nipis dan lemon
Jeruk nipis dan lemon serta sejenis jeruk lainnya memang banyak mengandung vitamin C yang sangat tinggi. Untuk menggunakan jeruk nipis atau lemon untuk memutihkan kulit tubuh dapat dilakukan dengan cara memotong jeruk nipis atau lemon menjadi beberapa bagian dengan ukuran sedang. Kemudian gosokkan langsung pada tubuh seperti tangan, kaki, badan secara rutin setiap harinya.
Aplikasi lainnya, dapat pula dengan mencampurkan putih telur dengan perasan lemon, kemudian balurkan seperti ke bagian tubuh yang diinginkan dan tunggu selama kira-kira 5-10 menit kemudian bilas dengan bersih dengan sabun mandi yang biasa digunakan.
2. Cara memutihkan kulit tubuh dengan bengkuang
Bengkuang memang dari dulu dipercaya sebagai buah yang dapat membantu memutihkan wajah dan kulit tubuh. Buah bengkuang yang memiliki daging buah berwarna putih ini merupakan bahan alami yang digunakan untuk membantu memutihkan kulit tubuh. Tak sulit untuk menggunakan bengkuang, cukup dengan memarut buah bengkuang menjadi serpihan halus atau dengan memeras parutan buah bengkuang, kemudian balurkan secara ke bagian tubuh yang diinginkan sambil di gosok perlahan-lahan. Kemudian bilas dengan air bersih. Gunakan secara rutin setiap hari. 

Selasa, 26 Mei 2015

Ramuan Alami Untuk Pengobatan Impotensi

Menyembuhkan Impotensi

Impoten artinya alat kelamin laki-laki tidak dapat bekerja sebagaimana layaknya jika seseorang melakukan hubungan sesual. Berikut adalah resep tradisional penyembuhan impotensi :
Ramuan Pertama
- 5 siung bawang putih
- 5 siung bawabg merah
- 3 butir telur ayam kampung

Cara Membuat:
bawang merah dan bawang putih ditumbuk halus. Telur diambil kuningnya saja lalu dicampur dan diaduk dengan bawang merah dan bawang putih di dalam mangkok. Selanjutnya ditim atau dikukus setengah matang, ingat hanya setengah matang.
Cara Memakai:
Dimakan setiap pagi, lakukan hingga sebulan supaya mendapat hasil yang memuaskan.

Ramuan Kedua
- 10 butir merica
- 1 buah jeruk purut

Cara Membuat:
Merica ditumbuk halus, jeruk purut diambil sarinya, tambahkan air panas secukupnya. Diminum sekaligus, sehari dibuat tiga kali, lakukan secara rutin selama sebulan untuk hasil yang memuaskan.

Minggu, 24 Mei 2015

Ramuan Alami Penyakit Bronkitis

BRONKITIS

Penyakit ini timbul karena radang cabang batang tenggorokan (bronchi). Bronkitis disebabkan oleh baksil yang berterbangan di sekita kita. Penyakit ini dibedakan menjadi 2 macam : bronkitis biasa dan brinkitis menahun. Kedua jenis penyakit ini mudah menular dan dapat juga beralih menjadi penyakit radang paru-paru (TBC).
 Tanda-tandanya :
- sering batuk pekat disertai lendir
- pada bagian dada atau kadang-kadang tulang dada terasa nyeri dan panas
- pernafasan agak terasa sukar dan terasa sesak
- kadang-kadang juga diikuti dengan kenaikan suhu badan




Pengobatan :
~ ambillah bunga kembang sepatu 2 kuntum, lalu cuci bersih dan ditumbuk halus.
~ beri air masak 1 gelas dan sedikit garam
~ lalu peras dan saringlah tumbukan tadi lantas diminum
~ lakukan dengan rutin sehari 2 kali 2 sendok makan


Senin, 11 Mei 2015

Pelatihan Siswa Tanggap Bencana (bagian II)

Paradigma Penanggulangan Bencana
Þ     bantuan darurat
Þ     mitigasi
Þ     pembangunan
Þ     pengurangan resiko
Paradigma Bantuan Darurat
Difokuskan pada saat kejadian bencana melalui pemberian bantuan darurat (relief) berupa: pangan, penampungan, kesehatan.
Tujuan utama penanganan adalah untuk meringankan penderitaan korban, kerusakan ketika terjadi bencana dan segera mempercepat pemulihan (recovery).

Paradigma Mitigasi
Difokuskan pada pengenalan daerah rawan ancaman bencana dan pola perilaku individu / masyarakat yang rentan terhadap bencana.
Tujuan utama memitigasi terhadap ancaman bencana dilakukan secara pembuatan struktur bangunan, sedangkan mitigasi terhadap pola perilaku yang rentan melalui relokasi pemukiman, peraturan-peraturan bangunan dan penataan ruang.

Paradigma Pembangunan
Difokuskan pada faktor-faktor penyebab dan proses terjadinya kerentaan masyarakat terhadap bencana.
Tujuan utama untuk peningkatan kemampuan masyarakat di berbagai aspek non struktural (misalnya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup, pemilikan lahan, akses terhadap modal, inovasi teknologi).

Paradigma Pengurangan Resiko
Difokuskan pada analisis resiko bencana, ancaman, kerentaan dan kemampuan masyarakat.
Tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan kemampuan untuk mengelola dan mengurangi resiko dan juga mengurangi terjadinya bencana, dilakukan bersama oleh semua pihak (stakeholder) dengan pemberdayaan masyarakat.

Perubahan paradigma Penanggulangan Bencana
1. bukan terhadap tanggap darurat tetapi juga keseluruhan manajemen resiko dan pembangunan
2.     perlindungan sebagai bagian hak asasi dan bukan semata kewajiban pemerintah
3. dengan demokratisasi dan otonomi daerah penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab Pemda dan masyarakat
4.  penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga urusan bersama masyarakat.
(Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah, "Materi Pelatihan Siswa Tanggap Bencana")


Minggu, 10 Mei 2015

PELATIHAN SITANA (Siswa Tanggap Bencana)

SITANA (SISWA TANGGAP BENCANA)


MANAJEMEN BENCANA
~ Definisi Manajemen Bencana
Segala upaya atau kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan pada sebelum, pada saat dan setelah bencana.
Kegiatan-kegiatan Manajemen Bencana
A.      Pencegahan (prevention)
B.      Mitigasi (mitigation)
C.      Kesiapsiagaan (preparedness)
D.      Peringatan dini (earliy warning)
E.       Tanggap darurat (response)
F.       Bantuan darurat (relief)
G.     Pemulihan (recovery)
H.      Rehabilitasi (rehabilitation)
I.        Rekonstruksi (reconstruction)
Pencegahan (prevention)
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan resiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana (UU no. 24/2007). Misalnya: melarang pembakaran hutan dalam perladangan, melarang penambangan batu di daerah yang curam.
Upaya Pencegahan antara lain:
1)      Membuat peta daerah bencana
2)      Mengadakan dan mengaktifkan isyarat-isyarat tanda bahaya
3)      Menyusun rencana umum tata ruang
4)      Menyusun Perda mengenai syarat keamanan, bangunan pengendalian limbah dsb
5)      Mengadakan peralatan/perlengkapan penanggulangan bencana
6)      Membuat prosedur tetap, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis Penanggulangan Bencana
7)      Perbaikan kerusakan lingkungan

Mitigasi (mitigation)
Serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana baik melalui pembangunan fisik maipun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (UU no.24/2007).
Ada 2 bentuk mitigasi :
- - Mitigasi struktural (membuat chekdam, bendungan, tanggul sungai, dll)
-  - Mitigasi nonstruktur (peraturan, tata ruang, pelatihan) termasuk spiritual
Upaya mitigasi antara lain:
1)      Menegakkan peraturan yang ditetapkan
2)      Memasang tanda-tanda bahaya/larangan
3)      Membangun pos-pos pengamanan, pengawasan/pengintaian
4)    Membangun sarana pengamanan bahaya dan memperbaiki sarana kritis (tanggul, dam, sudetan dll)
5)      Pelatihan kebencanaan




Kesiapsiagaan (preparedness)
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna (UU no. 24/2007). Misalnya: penyiaran sarana komunikasi, pos komando, penyiapan lokasi evakuasi, rencana kontinjensi dan sosialisasi peraturan / pedoman penanggulangan bencana.
Peringatan dini (response)
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang (UU no.24/2007).
Pemberian peringatan dini harus:
-          - Menjangkau masyarakat (accesible)
-          - Segera (immediate)
-          - Tegas tidak membingungkan (coherent)
-          - Bersifat resmi (official)
Tanggap darurat (response)
Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana (UU no.24/2007).
Bantuan darurat (relief)
Kebutuhan dasar berupa:
-          -  Pangan
-          - Sandang
-          - Tempat tinggal sementara
-         -  Kesehatan, sanitasi dan air bersih
Pemulihan (recovery)
Serangakaian kegiatan untuk mengembalian kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali kelembagaan, prasara dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi. (UU no.24/2007).
Pemulihan meliputi pemulihan fisik dan non fisik.
Rehabilitasi (rehabilitation)
Perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat (UU no. 24/2007).
Rekonstruksi (reconstruction)
Pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayah pasca bencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun msyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya, tegaknya hukum dan ketertiban dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat. (bersambung)
(Sumber: Materi Sosialisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah)